Minggu, 26 Agustus 2012

Tepung kasava

PENDAHULUAN

SINGKONG MEKARMANIK
   ubikayu adalah komoditas yang mudah rusak setelah dipanen. Dalam jangka waktu 2-3 hari apabila tidak segera diproses atau dikonsumsi, ubikayu akan mengalami “kepoyoan.” Warna berubah menjadi kecoklatan atau kebiruan, rasa tidak enak, dan akhirnya rusak atau busuk. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengubah ubikayu segar menjadi tepung. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk tepung ubikayu (lebih dikenal dengan tepung kasava) mempunyai prospek cukup baik karena bisa digunakan sebagai bahan pangan atau bahan baku industri yaitu sebagai pengganti tepung terigu. 




TAHAPAN PEMBUATAN 

TEPUNG KASAVA

1. Panen


       Agar ubikayu yang dihasilkan berkualitas tinggi, pemanenan dilakukan pada umur antara 8-10 bulan,tergantung varietasnya(singkong mekarmanik 10-12 bln,kasesart 10-12 bln). Panen terlalu awal akan menghasilkan ubikayu berpati rendah, sebaliknya panen terlambat akan menghasilkan ubikayu dengan serat kasar yang tinggi.  Ubikayu yang telah dipotong tangkainya kemudian dibersihkan dari tanah dan kotoran. 


2. Pengupasan


Melepaskan kulit ubikayu dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan pisau dapur atau pisau khusus.  Cara ini akan menghasilkan rendemen kupas yang tinggi namun memerlukan waktu relatif lama dan tenaga kerja yang banyak. 






3. Pencucian

Ubikayu yang telah dikupas segera dicuci dengan air yang mengalir atau didalam bak untuk menghilangkan kotoran yang menempel selama pengupasan dan lendir pada permukaan umbi untuk mengurangi kadar asam biru (asam sianida/HCN). 



4. Perendaman

Maksud perendaman adalah menjaga agar umbi tetap bersih dan putih sewaktu proses penyawutan. Untuk mendapatkan kualitas tepung yang baik, berwarna putih, dan tahan simpan maka perendaman dapat dilakukan dengan larutan kapur tohor 5%.  Untuk ubikayu jenis pahit, perlu perendaman selama 24 jam atau direndam dalam air garam 5% untuk mengurangi rasa pahitnya. 

5. Penyawutan


Penyawutan dilakukan dengan alat perajang yang digerakkan secara manual atau tenaga motor. Sawut yang dihasilkan berupa irisan ubikayu dengan lebar 0,2 - 0,5 cm,  panjang 1 - 5 cm dan tebal 0,1-0,4 cm. 

6. Pengepresan

Maksud pengepresan adalah supaya pengeringan sawut lebih cepat dan kandungan asam birunya berkurang, terutama pada ubikayu pahit. Sawut yang dipres membutuhkan waktu pengeringan 14-16 jam sedangkan yang tidak dipres membutuhkan waktu 30-40 jam

7. Pengeringan

Sawut pres dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari dan bila cuaca buruk dapat digunakan alat pengering buatan.  Kadar air yang disarankan adalah 14%. 






8. Penepungan

Penepungan dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penepung beras. Tepung kasava yang dihasilkan oleh mesin penepung beras biasanya mempunyai kehalusan 80 mesh. 

9. Pengemasan dan Penyimpanan

Tepung disimpan dalam kantong plastik kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik (untuk kemasan > 25 kg) atau dengan plastik kedap udara tebal PC 0,8 mm (kemasan 1-5 kg). Kadar air tepung yang disimpan < 12%. Gudang kondisinya kering dan terhindar dari kebocoran air hujan. Tumpukan kemasan memakai alas dari kayu dan disusun teratur.  Daya simpan tepung kasava cara ini dapat mencapai 6 bulan.  



Tepung Kasava



dan tepung kasava dapat di buat berbagai produk turunannya seperti kue kering,kue basah dll (bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar